Cute Flying Pink Bird

Rabu, 11 Januari 2012

Mira's Journey

A. Masa Balita
Tepat pada tanggal 10 Juli 1996 pukul 13.23 wib di Rumah Sakit Bumi Waras, sebuah rumah sakit yang terletak di jalan Wolter Moginsidi No. 235 terdengar suara tangis bayi perempuan mungil di balik sebuah ruang persalinan. Kelahiran bayi yang memiliki berat 3300 gr dan panjang 50 cm itu cukup dinanti-nantikan karena bayi tersebut merupakan anak pertama dari pasangan Bapak Suyanto dan Ibu Srikandi yang sebelumnya telah menikah pada 14 Mei 1995. Bayi tersebut lahir  dengan kerja keras sang bunda dan bantuan seorang dokter spesialis kebidanan yang bernama dr. Hi. M. Yazir Chaniago, DSOG. Bayi tersebut lahir normal dan sehat wal afiat.
Penulis kecil
Bayi cantik tersebut merupakan karunia yang luar biasa dari Allah SWT bagi keduaorangtuanya, itu sebabnya bayi mungil tersebut kemudian diberi nama ‘Kurnia’ yang akhirnya menjadi ‘Mira Kurnia’. Adapun ‘Mira’ sendiri berarti singkatan dari rumah sakit ‘Bumi Waras’ tempat sang bayi dilahirkan, sekaligus sebagai nama salah seorang perawat cantik yang membantu sang bunda pada saat persalinan sang bayi.
Tidak berlama-lama di rumah sakit, pada keesokan harinya tepatnya tanggal 11 Juli 1996, sang bayi yang bernama ‘Mira Kurnia’ tersebut keluar dari rumah sakit bersama kedua orangtuanya menuju rumah neneknya yang berada di Kotabumi, Lampung Utara, tepatnya yang berada di Jalan Lintas Sumatra No. 43. Sesampainya di rumah nenek, sang bayi yang kemudian kerap dipanggil ‘Nia’ itu disambut hangat oleh keluarga yang telah menanti disana.
Sekitar seminggu berada dirumah nenek tercinta, Nia (penulis) bersama kedua orangtuanya kemudian pergi menuju Blambangan Umpu, Way Kanan. Kedua orangtua penulis merupakan pegawai negeri sipil yang mengabdi kepada negara di bidang kesehatan, saat itu keduanya bekerja bersama di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Blambangan Umpu.
Pada saat penulis menginjak umur ± 8 bulan, tetangga disamping rumahnya yang sudah dianggap melebihi saudara sendiri yaitu Bunda (begitu penulis memanggilnya) Desi Yunaningsih dan Paman Rinaldi, juga melahirkan seorang putri cantik pada tanggal 15 Maret 1997 yang diberi nama Ratu Marina Pratiwi, yang kemudian akrab dipanggil dengan panggilan ‘Ratu’. Penulis dan Ratu selalu bersama kapanpun dan dimanapun mereka berada. Mereka selalu mendapatkan semua hal yang sama. Mereka seperti melebihi anak kembar sekalipun.
Mulai pada usia 8bulan ini juga, penulis mulai malas makan. Bahkan terkadang sampai tidak makan seharian. Keadaan ini membuat kekhawatiran yang cukup bagi kedua orangtuanya. Hingga membuat penulis kerap kali berobat ke Jakarta di Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina di Jatinegara, Jakarta Timur, dengan ditanganin oleh dokter spesialis anak yang bernama dr. Idham. Setelah diberi beberapa obat, nafsu makan penulis kembali membaik secara perlahan, namun hal yang sama terjadi kembali saat obat yang diberikan dokter habis. Dan keadaan inilah yang membuat penulis dan orangtuanya kerap bolak-balik Jakarta-Lampung untuk mengobati nafsu makannya.
Berlalunya waktu seolah memaksa mau tidak mau dan siap tidak siap kenyataannya adalah pada tahun 2000 penulis tepat menjejaki umur 4tahun, dan itu merupakan umur yang sangat cukup dan pas sekali untuk duduk dibangku taman kanak-kanak.
Penulis saat taman kanak-kanak
Namun demikian, tidak seperti anak lain yang bersemangat untuk bertemu dan berkenalan dengan teman baru, penulis justru tidak mau sekolah jika Ratu-pun tidak ikut sekolah bersamanya. Padahal sebenarnya pada saat itu umur Ratu belum mencukupi. Tetapi pada akhirnya, Ratu diterima oleh pihak sekolah dan diizinkan untuk sekolah bersama dengan penulis.
Dan akhirnya penulis dan Ratu akhirnya sah tercatat dalam lembaga pendidikan Taman Kanak-Kanak PTPN VIII. Sepulang sekolah, penulis selalu menceritakan akan semuahal yang dialamninya kepada keduaorangtuanya. Tentang lagu baru yang ia pelajari, tentang tugas-tugas yang diberikan oleh ibu guru, dan semua hal yang dialaminya sehari penuh selama disekolah.
Tidak lama berada di TK A (nol kecil), ibunda penulis melahirkan bayi perempuan mungil yang merupakan anak keduanya sebagai adik pertama penulis pada tanggal 24 November 2000 di Rumah Sakit Bumi Waras, Bandar Lampung, sebuah rumah sakit yang juga merupakan tempat kelahiran kakaknya (penulis). Bayi mungil tersebut diberi nama Halimatuzzahra.
B. Masa Sekolah Dasar
Dua tahun berada di Taman Kanak-Kanak telah membuat penulis mendapatkan ijazah yang membuatnya mampu melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya, yaitu Sekolah Dasar. Akhirnya penulis secara sah diterima menjadi salah satu siswi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Blambangan Umpu, begitu pula dengan Ratu.
Selang beberapa bulan berada di kelas 2, ada suatu berita yang cukup mengejutkan untuk diterima penulis. Yaitu, bahwa Bunda (ibunda Ratu) dipindah tugaskan dari PTPN VIII Blambangan Umpu, ke PTPN VIII Bandar Lampung, dan hal itu secara otomatis juga memaksa Ratu mau tidak mau untuk ikut pindah ke Bandar Lampung pula.
Tidak lama dari kepindahan Ratu, tepat pada ulangtahun adik penulis, Zahra yang ke 2, penulis sekeluarga pindah rumah. Mereka tidak menempati rumah kontrakan itu lagi, melainkan rumah baru yang sderhana tapi telah secara sah milik mereka pribadi.
Dua tahun berlalu atas kepindahan Ratu, kini Penulis dan Ratu sama-sama berada pada semester akhir dari kelas 3. Entah apa yang terjadi, yang penulis tahu, ia akan dipindah sekolahkan oleh kedua orangtuanya ke Kotabumi, Lampung Utara, di Rumah Neneknya tepatnya.
Pada awal semester 2 kelas 3, tepatnya pada tanggal 12 Januari 2005, ibunda penulis kembali melahirkan bayi perempuan mungil lagi yang merupakan anak ketiganya yang diberi nama Aulia Sabrina Hafizoh.
Wisuda dan Perpisahan penulis sewaktu Sekolah Dasar
Setelah liburan usai, penulis langsung mempersiapkan segala barang-barangnya untuk dibawanya ke Kotabumi karena benar ia sungguh-sungguh akan pindah. Dan tepat pada tahun ajaran 2005-2006 penulis sah tercatat sebagai siswi baru kelas 4 di Sekolah Dasar (SD) Islam Ibnurusyd, Kotabumi.
Seiring berlalunya hari, dan penulis pun naik ke kelas 5, kemudian kelas 6 dan kini adalah detik-detik penulis menghadapi Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UAS-BN). Selama UAS-BN berlangsung, ayahanda penulis sengaja mengambil izin kerja untuk menemani sekaligus mengawasi penulis dalam belajar sekaligus mempersiapkan putri tercintanya baik fisik maupun mental dalam menyambut UAS-BN. ±2-3 minggu kemudian selesailah sudah semua ulangan tertulis maupun praktek yang dihadapi penulis. Sekarang, tinggal mempersiapkan pilihan sekolah selanjutnya bagi penulis.
C.   Masa Sekolah Menengah Pertama
Setelah wisuda perpisahan, penulis kembali mempersiapkan kepindahannya lagi. Alhamdulillah sebelum pengumuman nilai hasil ujian, penulis telah diterima di salah satu sekolah menengah swasta yang cukup terkenal dan jelas akreditasnya di Bandar Lampung. Penulis diterima di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al-Kautsar Bandar Lampung. dan kini, penulis dapat satu sekolah lagi dengan Ratu, walau dengan keadaan yang jauh berbeda dari masa SD hingga saat itu.
Sebagai murid baru, penulis wajib mengikuti kegiatan wajib murid baru yaitu Pesantren Kilat (SANLAT) dan Masa Orientasi Siswa (MOS). Pada waktu kegiatan SANLAT berlangsung,terdapat sebuah kecelakaan antara penulis dan Ratu. Mereka mengalami kecelakaan tunggal sepeda motor yang menghasilkan 7 jahitan di kaki kanan Ratu. Setelah berlalunya 6 hari, maka berakhirlah semua kegiatan wajib bagi siswa baru. Kini Penulis secara sah telah tercatat sebagai salah satu siswi SMP Al-Kautsar Bandar Lampung, begitu pula dengan Ratu.
Saat kegiatan belajar mengajar telah berjalan normal, penulis dan Ratu menjadi tidak begitu dekat lagi, mereka hanya bertemu dan bertegur sapa sekedarnya saja, walaupun ketika liburan tiba penulis tetap sering berkunjung kekediaman nenek Ratu dan begitu pula sebaliknya. Hal itu mungkin dikarenakan jarak antara kelas mereka terbilang lumayan jauh.
Setelah dua semester terlewat, penulispun dinyatakan naik ke kelasVIII, tetapi sebelum dinyatakan sebagai murid kelas VIII, ada acara wajib yang diselenggarakan oleh SMP Al-Kautsar yang wajib diikuti oleh seluruh siswa baru kelas VIII, yaitu Orientasi Disiplin Siswa (ODS). Disini siswa dituntut untuk menjadi lebih disiplin yang berlangsung selama 3 hari.
Satu semester berlalu, dan kini adalah saatnya liburan tiba. Di SMP Al-Kautsar terdapat acara kegiatan wisata ilmiah bagi setiap siswa-siswi kelas VIII dan ini adalah hal yang sangat ditunggu-tunggu bagi setiap siswa-siswinya. Pada perjalanan kali ini, penulis dan rata-rata teman sekelasnya mendapatkan bus 5. Penulis duduk bersama Asdella didalam bus tersebut.
Terlalu banyak kenangan indah dan konyol yang tidak dapat dilupakan penulis pada perjalanan wisata ilmiahnya tersebut. Mulai dari selalu tersesat dan sampai berulang kali mengitari TMII mencari jalan ketempat rombongan, solat diatas kasur, berbelanja dan tawar-menawar sendiri untuk pertamakalinya, mandi bareng, dan sampai diberi kue brownies coklat oleh seseorang, dan masih banyak lagi yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Selang beberapa bulan kemudian, kini penulis telah menduduki bangku kelas IX. Tetapi ada suatu berita yang sangat mengejutkan bagi penulis. Penulis kembali harus kehilangn seorang sahabat yang sangat disayanginya, yaitu Mariam Rizta Aulia Nurrahma, harus pindah sekolah ke Pulau Jawa atas permintaan orangtuanya. Tidak ada, salam perpisahan atau lain sebagainya, karena Mariam pergi begitu mendadak.
Penulis dan sahabat terbaiknya 



Saat kelas IX ini banyak sekali pengalaman konyol lagi memalukan tetapi sangat seru yang dialami penulis bersama dengan Soraya Dilasya dan Nuria Annisa. Saat kelas IX ini juga penulis mulai sibuk mempersiapkan diri menghadapi segala ujian yang dilakukan untuk mencapai kelulusan.
Setelah melewati berbagai macam ulangan, mulai dari ulangan harian, Latihan Ujian Nasional 1 (LUN 1), Latihan Ujian Nasional 2 (LUN 2), Ujian Akhir Sekolah, kini adalah saat yang paling menentukan bagi penulis, yaitu menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN). Selama UAN berlangsung, ayahanda penulis kembali mengambil izin dari kantornya untuk menemani penulis, kali ini disertai juga dengan ibunda penulis. Setelah UAN berakhir, kini adalah saat bagi penulis menjalankan Ujian Praktek, dan kemudian selesai sudah semua ujian dan penulis kini tinggal fokus kepada pendaftaran sekolah menengah berikutnya yaitu Sekolah Menengah Atas. Penulis sudah merencanakan dan mempersiapkan segalanya untuk mendaftar di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) favorit di Bandar Lampung, yaitu SMA Negeri 2 Bandar Lampung. 
D. Masa Sekolah Menengah Akhir
Penulis SMA
Pada saat persyaratan penerimaan peserta didik baru SMA N 2 Bandar Lampung, penulis langsung mempersiapkan segalanya. Sebelumnya, penulis sudah diterima di SMA Al-Kautsar Bandar Lampung, hanya saja kesempatan itu di gugurkan penulis. Pada saat melakukan tes yang diberikan Sma N 2, penulis selalu didampingin oleh ayahanda tercinta. Ayahnya selalu sengaja datang untuk menemani penulis mempersiapkan segala sesuatunya pada malam hari dan mengantarkan penulis tes pada keesokan harinya.
Setelah semua tes telah benar-benar selesai dijalankan, kini saatnya bagi penulis menerima semua pengumumannya, baik pengumuman kelulusan SMP dan pengumuman penerimaan siswa baru SMA.
Tepat pada tanggal 4 Juni 2011, penulis secara sah dinyatakan LULUS dari Sekolah Menengah Pertamanya. Kemudian disusul pada tanggal 11 Juni 2011 penulis juga dinyatakan lulus mengikuti tes dan diterima sebagai calon siswa baru SMA Negeri 2 Bandar Lampung. Pada saat SMA ini penulis kembali tidak satu sekolah dengan Ratu. Ratu diterima di SMA Negeri 10 Bandar Lampung. Namun, hubungan antara penulis dengan Ratu tentunya masih berjalan seperti biasa.
Selanjutnya tepat pada tanggal 7 Juli 2011, penulis melaksanakan Pra Masa Orientasi Siswa (Pra-MOS), masa Para MOS berlangsung selama tiga hari.
Setelah tiga hari berlalu, maka berakhirlah masa Pra-MOS, kini adalah saatnya Masa Orientasi Siswa (MOS). Kegiatan MOS tidak berbeda jauh dengan Pra-MOS, hanya saja jika Pra-MOS siswa lebih cenderung melakukan kegiatan dibawah terik matahari, sendangkan MOS siswa lebih diminta untuk mendengarkan penjelasan dari guru pembina mengenai segala hal yang menyangkut SMA Negeri 2 Bandar Lampung.
Tepat pada tanggal 13 Juli 2011 acara MOS ditutup di Lembah Hijau dan kini semua peserta MOS dan Pra-MOS SMA Negeri 2 Bandar Lampung dinyatakan lulus menjalani kegiatan dan secara sah dinyatakan sebagai siswa-siswi SMA Negeri 2 Bandar Lampung.
Pada tanggal 14 Juli 2011 merupakan awal bagi siswa-siswi baru SMA Negeri 2 Bandar Lampung menjalani kegiatan belajar mengajar. Sebelumnya, terdapat pembagian kelas terlebih dahulu. Awalnya penulis mendapatkan posisi di kelas X RSBI 7, namun karena suatu alasan penulis memutuskan untuk pindah ke kelas X RSBI 6. Dan kini, penulis secara tetap dinyatakan menjadi siswa kelas X RSBI 6 pada tahun ajaran 2011-2012 dengan wali kelasnya adalah Ibu Emmywati Noer, S.Pd.
Penulis dan teman baiknya di SMA
Hingga pada sampai saat ini, penulis telah melewati 1 semester di Sekolah Menengah Atasnya dengan hasil yang tidak begitu mengecewakan, tetapi juga tidak sangat memuaskan. Pada Masa SMA ini, penulis tidak satu sekolah dengan teman akrabnya sewaktu smp Nuria dan Soraya melainkan, ia menemukan teman barunya yang mampu menutupi kehadiran Nuria dan Soraya, dan dia adalah Sekar Arum Probowati Rambe atau yang akrab dipanggil Rume.
Saat ini, pada semester genap T.A 2011/2012 penulis sedang berbenah dan kembali menyesuaikan diri dengan materi pelajaran semester genap yang mengalami kenaikan tingkat kesulitan dari semester ganjil yang lalu agar mampu masuk pada kelas Ilmu Pengetahuan Alam di kelas XInya sehingga mampu mewujudkan cita-citanya yang didukung oenuh oleh kedua orangtuanya untuk menjadi seorang dermatologist J

0 komentar:

Posting Komentar

Rabu, 11 Januari 2012

Mira's Journey

A. Masa Balita
Tepat pada tanggal 10 Juli 1996 pukul 13.23 wib di Rumah Sakit Bumi Waras, sebuah rumah sakit yang terletak di jalan Wolter Moginsidi No. 235 terdengar suara tangis bayi perempuan mungil di balik sebuah ruang persalinan. Kelahiran bayi yang memiliki berat 3300 gr dan panjang 50 cm itu cukup dinanti-nantikan karena bayi tersebut merupakan anak pertama dari pasangan Bapak Suyanto dan Ibu Srikandi yang sebelumnya telah menikah pada 14 Mei 1995. Bayi tersebut lahir  dengan kerja keras sang bunda dan bantuan seorang dokter spesialis kebidanan yang bernama dr. Hi. M. Yazir Chaniago, DSOG. Bayi tersebut lahir normal dan sehat wal afiat.
Penulis kecil
Bayi cantik tersebut merupakan karunia yang luar biasa dari Allah SWT bagi keduaorangtuanya, itu sebabnya bayi mungil tersebut kemudian diberi nama ‘Kurnia’ yang akhirnya menjadi ‘Mira Kurnia’. Adapun ‘Mira’ sendiri berarti singkatan dari rumah sakit ‘Bumi Waras’ tempat sang bayi dilahirkan, sekaligus sebagai nama salah seorang perawat cantik yang membantu sang bunda pada saat persalinan sang bayi.
Tidak berlama-lama di rumah sakit, pada keesokan harinya tepatnya tanggal 11 Juli 1996, sang bayi yang bernama ‘Mira Kurnia’ tersebut keluar dari rumah sakit bersama kedua orangtuanya menuju rumah neneknya yang berada di Kotabumi, Lampung Utara, tepatnya yang berada di Jalan Lintas Sumatra No. 43. Sesampainya di rumah nenek, sang bayi yang kemudian kerap dipanggil ‘Nia’ itu disambut hangat oleh keluarga yang telah menanti disana.
Sekitar seminggu berada dirumah nenek tercinta, Nia (penulis) bersama kedua orangtuanya kemudian pergi menuju Blambangan Umpu, Way Kanan. Kedua orangtua penulis merupakan pegawai negeri sipil yang mengabdi kepada negara di bidang kesehatan, saat itu keduanya bekerja bersama di Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Blambangan Umpu.
Pada saat penulis menginjak umur ± 8 bulan, tetangga disamping rumahnya yang sudah dianggap melebihi saudara sendiri yaitu Bunda (begitu penulis memanggilnya) Desi Yunaningsih dan Paman Rinaldi, juga melahirkan seorang putri cantik pada tanggal 15 Maret 1997 yang diberi nama Ratu Marina Pratiwi, yang kemudian akrab dipanggil dengan panggilan ‘Ratu’. Penulis dan Ratu selalu bersama kapanpun dan dimanapun mereka berada. Mereka selalu mendapatkan semua hal yang sama. Mereka seperti melebihi anak kembar sekalipun.
Mulai pada usia 8bulan ini juga, penulis mulai malas makan. Bahkan terkadang sampai tidak makan seharian. Keadaan ini membuat kekhawatiran yang cukup bagi kedua orangtuanya. Hingga membuat penulis kerap kali berobat ke Jakarta di Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina di Jatinegara, Jakarta Timur, dengan ditanganin oleh dokter spesialis anak yang bernama dr. Idham. Setelah diberi beberapa obat, nafsu makan penulis kembali membaik secara perlahan, namun hal yang sama terjadi kembali saat obat yang diberikan dokter habis. Dan keadaan inilah yang membuat penulis dan orangtuanya kerap bolak-balik Jakarta-Lampung untuk mengobati nafsu makannya.
Berlalunya waktu seolah memaksa mau tidak mau dan siap tidak siap kenyataannya adalah pada tahun 2000 penulis tepat menjejaki umur 4tahun, dan itu merupakan umur yang sangat cukup dan pas sekali untuk duduk dibangku taman kanak-kanak.
Penulis saat taman kanak-kanak
Namun demikian, tidak seperti anak lain yang bersemangat untuk bertemu dan berkenalan dengan teman baru, penulis justru tidak mau sekolah jika Ratu-pun tidak ikut sekolah bersamanya. Padahal sebenarnya pada saat itu umur Ratu belum mencukupi. Tetapi pada akhirnya, Ratu diterima oleh pihak sekolah dan diizinkan untuk sekolah bersama dengan penulis.
Dan akhirnya penulis dan Ratu akhirnya sah tercatat dalam lembaga pendidikan Taman Kanak-Kanak PTPN VIII. Sepulang sekolah, penulis selalu menceritakan akan semuahal yang dialamninya kepada keduaorangtuanya. Tentang lagu baru yang ia pelajari, tentang tugas-tugas yang diberikan oleh ibu guru, dan semua hal yang dialaminya sehari penuh selama disekolah.
Tidak lama berada di TK A (nol kecil), ibunda penulis melahirkan bayi perempuan mungil yang merupakan anak keduanya sebagai adik pertama penulis pada tanggal 24 November 2000 di Rumah Sakit Bumi Waras, Bandar Lampung, sebuah rumah sakit yang juga merupakan tempat kelahiran kakaknya (penulis). Bayi mungil tersebut diberi nama Halimatuzzahra.
B. Masa Sekolah Dasar
Dua tahun berada di Taman Kanak-Kanak telah membuat penulis mendapatkan ijazah yang membuatnya mampu melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya, yaitu Sekolah Dasar. Akhirnya penulis secara sah diterima menjadi salah satu siswi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Blambangan Umpu, begitu pula dengan Ratu.
Selang beberapa bulan berada di kelas 2, ada suatu berita yang cukup mengejutkan untuk diterima penulis. Yaitu, bahwa Bunda (ibunda Ratu) dipindah tugaskan dari PTPN VIII Blambangan Umpu, ke PTPN VIII Bandar Lampung, dan hal itu secara otomatis juga memaksa Ratu mau tidak mau untuk ikut pindah ke Bandar Lampung pula.
Tidak lama dari kepindahan Ratu, tepat pada ulangtahun adik penulis, Zahra yang ke 2, penulis sekeluarga pindah rumah. Mereka tidak menempati rumah kontrakan itu lagi, melainkan rumah baru yang sderhana tapi telah secara sah milik mereka pribadi.
Dua tahun berlalu atas kepindahan Ratu, kini Penulis dan Ratu sama-sama berada pada semester akhir dari kelas 3. Entah apa yang terjadi, yang penulis tahu, ia akan dipindah sekolahkan oleh kedua orangtuanya ke Kotabumi, Lampung Utara, di Rumah Neneknya tepatnya.
Pada awal semester 2 kelas 3, tepatnya pada tanggal 12 Januari 2005, ibunda penulis kembali melahirkan bayi perempuan mungil lagi yang merupakan anak ketiganya yang diberi nama Aulia Sabrina Hafizoh.
Wisuda dan Perpisahan penulis sewaktu Sekolah Dasar
Setelah liburan usai, penulis langsung mempersiapkan segala barang-barangnya untuk dibawanya ke Kotabumi karena benar ia sungguh-sungguh akan pindah. Dan tepat pada tahun ajaran 2005-2006 penulis sah tercatat sebagai siswi baru kelas 4 di Sekolah Dasar (SD) Islam Ibnurusyd, Kotabumi.
Seiring berlalunya hari, dan penulis pun naik ke kelas 5, kemudian kelas 6 dan kini adalah detik-detik penulis menghadapi Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UAS-BN). Selama UAS-BN berlangsung, ayahanda penulis sengaja mengambil izin kerja untuk menemani sekaligus mengawasi penulis dalam belajar sekaligus mempersiapkan putri tercintanya baik fisik maupun mental dalam menyambut UAS-BN. ±2-3 minggu kemudian selesailah sudah semua ulangan tertulis maupun praktek yang dihadapi penulis. Sekarang, tinggal mempersiapkan pilihan sekolah selanjutnya bagi penulis.
C.   Masa Sekolah Menengah Pertama
Setelah wisuda perpisahan, penulis kembali mempersiapkan kepindahannya lagi. Alhamdulillah sebelum pengumuman nilai hasil ujian, penulis telah diterima di salah satu sekolah menengah swasta yang cukup terkenal dan jelas akreditasnya di Bandar Lampung. Penulis diterima di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al-Kautsar Bandar Lampung. dan kini, penulis dapat satu sekolah lagi dengan Ratu, walau dengan keadaan yang jauh berbeda dari masa SD hingga saat itu.
Sebagai murid baru, penulis wajib mengikuti kegiatan wajib murid baru yaitu Pesantren Kilat (SANLAT) dan Masa Orientasi Siswa (MOS). Pada waktu kegiatan SANLAT berlangsung,terdapat sebuah kecelakaan antara penulis dan Ratu. Mereka mengalami kecelakaan tunggal sepeda motor yang menghasilkan 7 jahitan di kaki kanan Ratu. Setelah berlalunya 6 hari, maka berakhirlah semua kegiatan wajib bagi siswa baru. Kini Penulis secara sah telah tercatat sebagai salah satu siswi SMP Al-Kautsar Bandar Lampung, begitu pula dengan Ratu.
Saat kegiatan belajar mengajar telah berjalan normal, penulis dan Ratu menjadi tidak begitu dekat lagi, mereka hanya bertemu dan bertegur sapa sekedarnya saja, walaupun ketika liburan tiba penulis tetap sering berkunjung kekediaman nenek Ratu dan begitu pula sebaliknya. Hal itu mungkin dikarenakan jarak antara kelas mereka terbilang lumayan jauh.
Setelah dua semester terlewat, penulispun dinyatakan naik ke kelasVIII, tetapi sebelum dinyatakan sebagai murid kelas VIII, ada acara wajib yang diselenggarakan oleh SMP Al-Kautsar yang wajib diikuti oleh seluruh siswa baru kelas VIII, yaitu Orientasi Disiplin Siswa (ODS). Disini siswa dituntut untuk menjadi lebih disiplin yang berlangsung selama 3 hari.
Satu semester berlalu, dan kini adalah saatnya liburan tiba. Di SMP Al-Kautsar terdapat acara kegiatan wisata ilmiah bagi setiap siswa-siswi kelas VIII dan ini adalah hal yang sangat ditunggu-tunggu bagi setiap siswa-siswinya. Pada perjalanan kali ini, penulis dan rata-rata teman sekelasnya mendapatkan bus 5. Penulis duduk bersama Asdella didalam bus tersebut.
Terlalu banyak kenangan indah dan konyol yang tidak dapat dilupakan penulis pada perjalanan wisata ilmiahnya tersebut. Mulai dari selalu tersesat dan sampai berulang kali mengitari TMII mencari jalan ketempat rombongan, solat diatas kasur, berbelanja dan tawar-menawar sendiri untuk pertamakalinya, mandi bareng, dan sampai diberi kue brownies coklat oleh seseorang, dan masih banyak lagi yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Selang beberapa bulan kemudian, kini penulis telah menduduki bangku kelas IX. Tetapi ada suatu berita yang sangat mengejutkan bagi penulis. Penulis kembali harus kehilangn seorang sahabat yang sangat disayanginya, yaitu Mariam Rizta Aulia Nurrahma, harus pindah sekolah ke Pulau Jawa atas permintaan orangtuanya. Tidak ada, salam perpisahan atau lain sebagainya, karena Mariam pergi begitu mendadak.
Penulis dan sahabat terbaiknya 



Saat kelas IX ini banyak sekali pengalaman konyol lagi memalukan tetapi sangat seru yang dialami penulis bersama dengan Soraya Dilasya dan Nuria Annisa. Saat kelas IX ini juga penulis mulai sibuk mempersiapkan diri menghadapi segala ujian yang dilakukan untuk mencapai kelulusan.
Setelah melewati berbagai macam ulangan, mulai dari ulangan harian, Latihan Ujian Nasional 1 (LUN 1), Latihan Ujian Nasional 2 (LUN 2), Ujian Akhir Sekolah, kini adalah saat yang paling menentukan bagi penulis, yaitu menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN). Selama UAN berlangsung, ayahanda penulis kembali mengambil izin dari kantornya untuk menemani penulis, kali ini disertai juga dengan ibunda penulis. Setelah UAN berakhir, kini adalah saat bagi penulis menjalankan Ujian Praktek, dan kemudian selesai sudah semua ujian dan penulis kini tinggal fokus kepada pendaftaran sekolah menengah berikutnya yaitu Sekolah Menengah Atas. Penulis sudah merencanakan dan mempersiapkan segalanya untuk mendaftar di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) favorit di Bandar Lampung, yaitu SMA Negeri 2 Bandar Lampung. 
D. Masa Sekolah Menengah Akhir
Penulis SMA
Pada saat persyaratan penerimaan peserta didik baru SMA N 2 Bandar Lampung, penulis langsung mempersiapkan segalanya. Sebelumnya, penulis sudah diterima di SMA Al-Kautsar Bandar Lampung, hanya saja kesempatan itu di gugurkan penulis. Pada saat melakukan tes yang diberikan Sma N 2, penulis selalu didampingin oleh ayahanda tercinta. Ayahnya selalu sengaja datang untuk menemani penulis mempersiapkan segala sesuatunya pada malam hari dan mengantarkan penulis tes pada keesokan harinya.
Setelah semua tes telah benar-benar selesai dijalankan, kini saatnya bagi penulis menerima semua pengumumannya, baik pengumuman kelulusan SMP dan pengumuman penerimaan siswa baru SMA.
Tepat pada tanggal 4 Juni 2011, penulis secara sah dinyatakan LULUS dari Sekolah Menengah Pertamanya. Kemudian disusul pada tanggal 11 Juni 2011 penulis juga dinyatakan lulus mengikuti tes dan diterima sebagai calon siswa baru SMA Negeri 2 Bandar Lampung. Pada saat SMA ini penulis kembali tidak satu sekolah dengan Ratu. Ratu diterima di SMA Negeri 10 Bandar Lampung. Namun, hubungan antara penulis dengan Ratu tentunya masih berjalan seperti biasa.
Selanjutnya tepat pada tanggal 7 Juli 2011, penulis melaksanakan Pra Masa Orientasi Siswa (Pra-MOS), masa Para MOS berlangsung selama tiga hari.
Setelah tiga hari berlalu, maka berakhirlah masa Pra-MOS, kini adalah saatnya Masa Orientasi Siswa (MOS). Kegiatan MOS tidak berbeda jauh dengan Pra-MOS, hanya saja jika Pra-MOS siswa lebih cenderung melakukan kegiatan dibawah terik matahari, sendangkan MOS siswa lebih diminta untuk mendengarkan penjelasan dari guru pembina mengenai segala hal yang menyangkut SMA Negeri 2 Bandar Lampung.
Tepat pada tanggal 13 Juli 2011 acara MOS ditutup di Lembah Hijau dan kini semua peserta MOS dan Pra-MOS SMA Negeri 2 Bandar Lampung dinyatakan lulus menjalani kegiatan dan secara sah dinyatakan sebagai siswa-siswi SMA Negeri 2 Bandar Lampung.
Pada tanggal 14 Juli 2011 merupakan awal bagi siswa-siswi baru SMA Negeri 2 Bandar Lampung menjalani kegiatan belajar mengajar. Sebelumnya, terdapat pembagian kelas terlebih dahulu. Awalnya penulis mendapatkan posisi di kelas X RSBI 7, namun karena suatu alasan penulis memutuskan untuk pindah ke kelas X RSBI 6. Dan kini, penulis secara tetap dinyatakan menjadi siswa kelas X RSBI 6 pada tahun ajaran 2011-2012 dengan wali kelasnya adalah Ibu Emmywati Noer, S.Pd.
Penulis dan teman baiknya di SMA
Hingga pada sampai saat ini, penulis telah melewati 1 semester di Sekolah Menengah Atasnya dengan hasil yang tidak begitu mengecewakan, tetapi juga tidak sangat memuaskan. Pada Masa SMA ini, penulis tidak satu sekolah dengan teman akrabnya sewaktu smp Nuria dan Soraya melainkan, ia menemukan teman barunya yang mampu menutupi kehadiran Nuria dan Soraya, dan dia adalah Sekar Arum Probowati Rambe atau yang akrab dipanggil Rume.
Saat ini, pada semester genap T.A 2011/2012 penulis sedang berbenah dan kembali menyesuaikan diri dengan materi pelajaran semester genap yang mengalami kenaikan tingkat kesulitan dari semester ganjil yang lalu agar mampu masuk pada kelas Ilmu Pengetahuan Alam di kelas XInya sehingga mampu mewujudkan cita-citanya yang didukung oenuh oleh kedua orangtuanya untuk menjadi seorang dermatologist J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar