A. Masa Balita
Tepat pada
tanggal 10 Juli 1996 pukul 13.23 wib di Rumah Sakit Bumi Waras, sebuah rumah
sakit yang terletak di jalan Wolter Moginsidi No. 235 terdengar
suara tangis bayi perempuan mungil di balik sebuah ruang persalinan. Kelahiran
bayi yang memiliki berat 3300 gr dan panjang 50 cm itu cukup dinanti-nantikan
karena bayi tersebut merupakan anak pertama dari pasangan Bapak Suyanto dan Ibu
Srikandi yang sebelumnya telah menikah pada 14 Mei 1995. Bayi tersebut lahir dengan kerja keras sang bunda dan bantuan
seorang dokter spesialis kebidanan yang bernama dr. Hi. M. Yazir Chaniago, DSOG. Bayi tersebut lahir normal dan sehat wal afiat.
![]() |
| Penulis kecil |
Tidak berlama-lama di rumah sakit, pada keesokan harinya tepatnya tanggal
11 Juli 1996, sang bayi yang bernama ‘Mira Kurnia’ tersebut keluar dari rumah
sakit bersama kedua orangtuanya menuju rumah neneknya yang berada di Kotabumi,
Lampung Utara, tepatnya yang berada di Jalan Lintas Sumatra No. 43. Sesampainya
di rumah nenek, sang bayi yang kemudian kerap dipanggil ‘Nia’ itu disambut
hangat oleh keluarga yang telah menanti disana.
Sekitar seminggu berada dirumah nenek tercinta, Nia (penulis) bersama kedua
orangtuanya kemudian pergi menuju Blambangan Umpu, Way Kanan. Kedua
orangtua penulis merupakan pegawai negeri sipil yang mengabdi kepada negara di
bidang kesehatan, saat itu keduanya bekerja bersama di Pusat Kesehatan
Masyarakat (PUSKESMAS) Blambangan Umpu.
Pada saat
penulis menginjak umur ± 8 bulan, tetangga disamping rumahnya yang sudah
dianggap melebihi saudara sendiri
yaitu Bunda (begitu penulis memanggilnya) Desi Yunaningsih dan Paman Rinaldi, juga
melahirkan seorang putri cantik pada tanggal 15 Maret 1997 yang diberi nama
Ratu Marina Pratiwi, yang kemudian akrab dipanggil dengan panggilan ‘Ratu’.
Penulis dan Ratu selalu bersama kapanpun dan dimanapun mereka berada. Mereka
selalu mendapatkan semua hal yang sama. Mereka seperti melebihi anak kembar
sekalipun.
Mulai pada usia 8bulan ini juga, penulis mulai malas
makan. Bahkan terkadang sampai tidak makan seharian. Keadaan ini membuat kekhawatiran yang cukup bagi kedua orangtuanya. Hingga membuat penulis
kerap kali berobat ke Jakarta di Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina di
Jatinegara, Jakarta Timur, dengan ditanganin oleh dokter spesialis anak yang bernama dr. Idham. Setelah diberi beberapa obat, nafsu makan penulis kembali membaik secara perlahan,
namun hal yang sama terjadi kembali saat obat yang diberikan dokter habis. Dan
keadaan inilah yang membuat penulis dan orangtuanya kerap bolak-balik
Jakarta-Lampung untuk mengobati nafsu makannya.
Berlalunya waktu seolah memaksa mau tidak mau dan siap
tidak siap kenyataannya adalah pada tahun 2000 penulis tepat menjejaki umur 4tahun, dan itu merupakan
umur yang sangat cukup dan pas sekali untuk duduk dibangku taman kanak-kanak.
![]() |
| Penulis saat taman kanak-kanak |
Dan
akhirnya penulis dan Ratu akhirnya sah tercatat dalam lembaga pendidikan Taman
Kanak-Kanak PTPN VIII.
Sepulang sekolah, penulis selalu
menceritakan akan semuahal yang dialamninya kepada keduaorangtuanya. Tentang
lagu baru yang ia pelajari, tentang tugas-tugas yang diberikan oleh ibu guru,
dan semua hal yang dialaminya sehari penuh selama disekolah.
Tidak
lama berada di TK A (nol kecil), ibunda penulis melahirkan bayi perempuan
mungil yang merupakan anak keduanya sebagai adik pertama penulis pada tanggal
24 November 2000 di Rumah Sakit Bumi Waras, Bandar Lampung, sebuah rumah sakit
yang juga merupakan tempat kelahiran kakaknya (penulis). Bayi mungil tersebut
diberi nama Halimatuzzahra.
B. Masa Sekolah Dasar
Dua tahun berada di
Taman Kanak-Kanak telah membuat penulis mendapatkan ijazah yang membuatnya
mampu melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya, yaitu Sekolah Dasar. Akhirnya
penulis secara sah diterima menjadi salah satu siswi di Madrasah Ibtidaiyah
Negeri Blambangan Umpu, begitu pula dengan Ratu.
Selang
beberapa bulan berada di kelas 2, ada suatu berita yang cukup mengejutkan untuk
diterima penulis. Yaitu, bahwa Bunda (ibunda Ratu) dipindah tugaskan dari PTPN
VIII Blambangan Umpu, ke PTPN VIII Bandar Lampung, dan hal itu secara otomatis
juga memaksa Ratu mau tidak mau untuk ikut pindah ke Bandar Lampung pula.
Tidak lama dari kepindahan Ratu, tepat pada
ulangtahun adik penulis, Zahra yang ke 2, penulis sekeluarga pindah rumah.
Mereka tidak menempati rumah kontrakan itu lagi, melainkan rumah baru yang
sderhana tapi telah secara sah milik mereka pribadi.
Dua tahun berlalu atas kepindahan Ratu, kini Penulis dan Ratu sama-sama berada
pada semester akhir dari kelas 3. Entah apa yang terjadi, yang penulis tahu, ia
akan dipindah sekolahkan oleh kedua orangtuanya ke Kotabumi, Lampung Utara, di
Rumah Neneknya tepatnya.
Pada awal semester 2
kelas 3, tepatnya pada tanggal 12 Januari 2005, ibunda penulis kembali
melahirkan bayi perempuan mungil lagi yang merupakan anak ketiganya yang diberi
nama Aulia Sabrina Hafizoh.
![]() |
| Wisuda dan Perpisahan penulis sewaktu Sekolah Dasar |
Seiring berlalunya hari, dan penulis pun naik ke kelas 5, kemudian kelas 6
dan kini adalah detik-detik penulis menghadapi Ujian Akhir Sekolah Berstandar
Nasional (UAS-BN). Selama UAS-BN berlangsung, ayahanda penulis sengaja
mengambil izin kerja untuk menemani sekaligus mengawasi penulis dalam belajar
sekaligus mempersiapkan putri tercintanya baik fisik maupun mental dalam
menyambut UAS-BN. ±2-3 minggu kemudian selesailah sudah semua ulangan
tertulis maupun praktek yang dihadapi penulis. Sekarang, tinggal mempersiapkan
pilihan sekolah selanjutnya bagi penulis.
C. Masa Sekolah Menengah Pertama
Setelah wisuda perpisahan, penulis
kembali mempersiapkan kepindahannya lagi. Alhamdulillah sebelum pengumuman
nilai hasil ujian, penulis telah diterima di salah satu sekolah menengah swasta
yang cukup terkenal dan jelas akreditasnya di Bandar Lampung. Penulis diterima
di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al-Kautsar Bandar Lampung. dan kini, penulis dapat satu sekolah lagi dengan Ratu, walau dengan keadaan
yang jauh berbeda dari masa SD hingga saat itu.
Sebagai murid baru, penulis wajib mengikuti kegiatan wajib murid baru yaitu
Pesantren Kilat (SANLAT) dan Masa Orientasi Siswa (MOS). Pada waktu kegiatan
SANLAT berlangsung,terdapat sebuah kecelakaan antara penulis dan Ratu. Mereka
mengalami kecelakaan tunggal sepeda motor yang menghasilkan 7 jahitan di kaki
kanan Ratu. Setelah berlalunya 6 hari, maka berakhirlah semua kegiatan wajib
bagi siswa baru. Kini Penulis secara sah telah tercatat sebagai salah satu
siswi SMP Al-Kautsar Bandar Lampung, begitu pula dengan Ratu.
Saat kegiatan belajar
mengajar telah berjalan normal, penulis dan Ratu menjadi tidak begitu dekat
lagi, mereka hanya bertemu dan bertegur sapa sekedarnya saja, walaupun ketika
liburan tiba penulis tetap sering berkunjung kekediaman nenek Ratu dan begitu
pula sebaliknya. Hal itu mungkin dikarenakan jarak antara kelas mereka
terbilang lumayan jauh.
Setelah dua semester terlewat, penulispun
dinyatakan naik ke kelasVIII, tetapi sebelum dinyatakan sebagai murid kelas
VIII, ada acara wajib yang diselenggarakan oleh SMP Al-Kautsar yang wajib
diikuti oleh seluruh siswa baru kelas VIII, yaitu Orientasi Disiplin Siswa
(ODS). Disini siswa dituntut untuk menjadi lebih disiplin yang berlangsung
selama 3 hari.
Satu semester
berlalu, dan kini adalah saatnya liburan tiba. Di SMP Al-Kautsar terdapat acara
kegiatan wisata ilmiah bagi setiap siswa-siswi kelas VIII dan ini adalah hal
yang sangat ditunggu-tunggu bagi setiap siswa-siswinya. Pada perjalanan kali
ini, penulis dan rata-rata teman sekelasnya mendapatkan bus 5. Penulis duduk
bersama Asdella didalam bus tersebut.
Terlalu banyak
kenangan indah dan konyol yang tidak dapat dilupakan penulis pada perjalanan
wisata ilmiahnya tersebut. Mulai dari
selalu tersesat dan sampai berulang kali mengitari TMII mencari jalan ketempat
rombongan, solat diatas kasur, berbelanja dan tawar-menawar sendiri untuk
pertamakalinya, mandi bareng, dan sampai diberi kue brownies coklat oleh
seseorang, dan masih banyak lagi yang tidak dapat penulis sebutkan satu
persatu.
Selang beberapa bulan kemudian, kini
penulis telah menduduki bangku kelas IX. Tetapi ada suatu berita yang sangat
mengejutkan bagi penulis. Penulis kembali harus kehilangn seorang sahabat yang
sangat disayanginya, yaitu Mariam Rizta Aulia Nurrahma, harus pindah sekolah ke
Pulau Jawa atas permintaan orangtuanya. Tidak ada, salam perpisahan atau lain
sebagainya, karena Mariam pergi begitu mendadak.
![]() | |||||
| Penulis dan sahabat terbaiknya |
Setelah melewati
berbagai macam ulangan, mulai dari ulangan harian, Latihan Ujian Nasional 1
(LUN 1), Latihan Ujian Nasional 2 (LUN 2), Ujian Akhir Sekolah, kini adalah
saat yang paling menentukan bagi penulis, yaitu menghadapi Ujian Akhir Nasional
(UAN). Selama UAN berlangsung, ayahanda penulis kembali mengambil izin dari
kantornya untuk menemani penulis, kali ini disertai juga dengan ibunda penulis.
Setelah UAN berakhir, kini adalah saat bagi penulis menjalankan Ujian Praktek,
dan kemudian selesai sudah semua ujian dan penulis kini tinggal fokus kepada
pendaftaran sekolah menengah berikutnya yaitu Sekolah Menengah Atas. Penulis
sudah merencanakan dan mempersiapkan segalanya untuk mendaftar di salah satu
Sekolah Menengah Atas (SMA) favorit di Bandar Lampung, yaitu SMA Negeri 2 Bandar
Lampung.
D. Masa Sekolah Menengah Akhir
| Penulis SMA |
Setelah semua tes
telah benar-benar selesai dijalankan, kini saatnya bagi penulis menerima semua
pengumumannya, baik pengumuman kelulusan SMP dan pengumuman penerimaan siswa
baru SMA.
Tepat pada tanggal 4
Juni 2011, penulis secara sah dinyatakan LULUS dari Sekolah Menengah
Pertamanya. Kemudian disusul pada tanggal 11 Juni 2011 penulis juga dinyatakan
lulus mengikuti tes dan diterima sebagai calon siswa baru SMA Negeri 2 Bandar
Lampung. Pada saat SMA ini penulis kembali tidak satu sekolah dengan Ratu. Ratu
diterima di SMA Negeri 10 Bandar Lampung. Namun, hubungan antara penulis dengan
Ratu tentunya masih berjalan seperti biasa.
Selanjutnya tepat
pada tanggal 7 Juli 2011, penulis melaksanakan Pra Masa Orientasi Siswa
(Pra-MOS), masa Para MOS berlangsung selama tiga hari.
Setelah tiga hari
berlalu, maka berakhirlah masa Pra-MOS, kini adalah saatnya Masa Orientasi
Siswa (MOS). Kegiatan MOS tidak berbeda jauh dengan Pra-MOS, hanya saja jika
Pra-MOS siswa lebih cenderung melakukan kegiatan dibawah terik matahari,
sendangkan MOS siswa lebih diminta untuk mendengarkan penjelasan dari guru
pembina mengenai segala hal yang menyangkut SMA Negeri 2 Bandar Lampung.
Tepat pada tanggal 13
Juli 2011 acara MOS ditutup di Lembah Hijau dan kini semua peserta MOS dan
Pra-MOS SMA Negeri 2 Bandar Lampung dinyatakan lulus menjalani kegiatan dan
secara sah dinyatakan sebagai siswa-siswi SMA Negeri 2 Bandar Lampung.
Pada tanggal 14 Juli
2011 merupakan awal bagi siswa-siswi baru SMA Negeri 2 Bandar Lampung menjalani
kegiatan belajar mengajar. Sebelumnya, terdapat pembagian kelas terlebih
dahulu. Awalnya penulis mendapatkan posisi di kelas X RSBI 7, namun karena
suatu alasan penulis memutuskan untuk pindah ke kelas X RSBI 6. Dan kini, penulis secara tetap dinyatakan
menjadi siswa kelas X RSBI 6 pada tahun ajaran 2011-2012 dengan wali kelasnya
adalah Ibu Emmywati Noer, S.Pd.
![]() |
| Penulis dan teman baiknya di SMA |
Saat ini, pada semester genap T.A 2011/2012
penulis sedang berbenah dan kembali menyesuaikan diri dengan materi pelajaran
semester genap yang mengalami kenaikan tingkat kesulitan dari semester ganjil
yang lalu agar mampu masuk pada kelas Ilmu Pengetahuan Alam di kelas XInya
sehingga mampu mewujudkan cita-citanya yang didukung oenuh oleh kedua
orangtuanya untuk menjadi seorang dermatologist J








0 komentar:
Posting Komentar